Pages

Saturday, July 1, 2017

Hasil carian imej untuk hari raya

Setelah sebulan berjuang,
Hari ini hari kemenangan.
Alhamdulillah terima kasih ALLAH atas nikmat kekuatan dan kesabaran...

Hasil carian imej untuk hari raya
Hasil carian imej untuk ramadan

Ramadan kali ini terkandung hikmah dan kenangan indah,
Walau ujian demi ujian dilalui selagi dapat mendekatkan diri pada-Mu, aku redha...

Tuesday, June 6, 2017

MIMPI DOA SEEKOR KUCING


Ibu seorang pemuda di rawat di hospital. Ibunya di rawat di ICU. Beberapa hari kemudian doktor berterus terang kepadanya. Keadaan ibunya tiada harapan sembuh dan boleh meninggal dunia bila-bila masa.

Pemuda itu meninggalkan hospital dengan air muka yang sedih mengenang sakit ibunya. Dalam perjalanan untuk melawat ibunya sekali lagi, pemuda itu berhenti di stesen minyak.

Sedang dia menunggu atendan mengisi minyak, pemuda itu terpandang seekor kucing beranak beberapa ekor anak, berteduh di bawah kotak. Kucing itu kelihatan tidak mampu berjalan. Dia termenung sejenak tertanya-tanya. Siapakah yang akan memberi makan kepada kucing itu dalam keadaan sebegitu, dan pemuda itu masuk ke kedai barangan dalam stesyen minyak. Dibelikannya setin tuna. Dibukanya tin tuna itu untuk diberi kepada kucing tadi dan meneruskan perjalanannya ke hospital.

Sebaik sahaja masuk ke bilik ICU, alangkah terperanjatnya dia apabila ibunya tiada di katil ICU itu dan tergamam sehingga jatuh benda yang dipegangnya. Dia bergegas lari untuk bertanya kepada nurse bertugas.

"Di mana ibuku?"

Nurse itu berkata "Ibumu sudah beransur pulih dan kami pindahkannya ke wad biasa"

Pemuda itu terus mendapatkan ibunya yang ketika itu dalam keadaan sudah sedar dari komanya. Dia bersalam dan mencium ibunya sambil bertanya apa terjadi.

Ibunya memberitahu ketika dalam keadaan tidak sedar di katil, ibunya melihat kucing dan anak-anaknya menadah tangan ke arah langit sambil berdoa memohon ibunya disembuhkan segera.

Pemuda itu terkejut mendengar apa yang diceritakan ibunya. Barulah dia teringat akan kucing di stesyen minyak yang diberi tuna tadi.

moral of the story...

Sedekah mempunyai banyak hikmah dan kebaikannya. Salah satu kebaikannya bersedekah boleh membantu penyembuhan penyakit dengan izin Allah SWT.

Nabi SAW bersabda maksudnya, “Ubatilah orang yang sakit di antara kalian dengan sedekah”. (HR. Abu Dawud, dihasankan oleh al-Albani dalam Shahihul Jami’).

Wallahuallam...

credit: WhatsApp Group

Tuesday, May 30, 2017

Saya suka kongsikan kisah tauladan.  Semoga kisah ini dapat mengingatkan kita yg sering lupa dan lalai.
SEBUTIR KURMA PENGHALANG DOA

Selesai menunaikan ibadah haji, Ibrahim bin Adham berniat ziarah ke Masjidil Aqsha.  Untuk bekalan diperjalanan ia membeli 1 kg kurma dari pedagang tua berhampiran Masjidil Haram.

Setelah kurma ditimbang dan dibungkus, Ibrahim melihat sebutir kurma yang terletak di sisi timbangan. Tanpa bertanya ia menyangka itu adalah sebahagian dari yang ia beli telah tercicir, maka Ibrahim pun mengambil dan memakannya. Setelah itu ia terus berangkat menuju Al Aqsa.

4 bulan kemudian di Al Aqsha...

Sedang solat dan khusyu' berdoa di bawah kubah Sakhrah, Ibrahim terkejut mendengar percakapan dua malaikat tentang dirinya.

"Itu Ibrahim bin Adham, sangat zuhud orangnya, ahli ibadah dan juga wara'. Kalau berdoa, selalu dimakbulkan ALLAH SWT," kata salah satu Malaikat.

"Tetapi sekarang tidak lagi, doa-doanya ditolak ALLAH SWT, ia pernah memakan sebutir kurma yang jatuh dari meja seorang pedagang tua 4 bulan yang lalu," jawab Malaikat yang satu lagi.

Ibrahim bin Adham terkejut dan tergamam, jadi amal ibadahnya selama 4 bulan ini dan mungkin amalan-amalan lainnya tidak diterima oleh ALLAH SWT, gara-gara memakan sebutir kurma yang bukan haknya.

"Astaghfirullahal 'adzhim," Ibrahim beristighfar. Lalu Ia segera berkemas untuk kembali ke Mekkah menemui pedagang tua penjual kurma. Untuk meminta dihalalkan sebutir kurma yang telah dimakannya.

Sesampainya di Mekkah, ia terus menuju ke tempat penjual kurma itu, tetapi tidak menemukan si pedagang tua itu, melainkan seorang anak muda. "Wahai anak muda, 4 bulan yang lalu saya membeli kurma di sini dari seorang pedagang tua. Kemana ia sekarang?" tanya Ibrahim.

"Ayah saya.. sebulan yang lalu meninggal dunia dan sekarang saya yang berdagang kurma, meneruskan pekerjaan beliau," jawab anak muda itu.

"Innalillahi wainna ilaihi rojiun.."  Lalu Ibrahim menceritakan kisahnya, "Wahai anak muda, engkau sebagai ahli waris orang tua itu, mahukah engkau menghalalkan sebutir kurma milik ayahmu yang telah ku makan tanpa izinnya?"

Lalu si anak muda menjawab, "Insya Allah saya halalkan. Namun saya memiliki 11 orang saudara. Saya tidak berani mengatakan mereka semua ikut menghalalkan. Mereka semua ada hak waris sama dengan saya".

"Dimana saudara saudaramu tinggal, Insya Allah akan saya temui mereka satu persatu". Maka pergilah Ibrahim bin Adham, menjumpai 11 orang bersaudara satu persatu, memohon agar mereka menghalakan sebutir kurma milik ayahnya.

4 bulan kemudian, Ibrahim bin Adham sudah kembali berada di bawah kubah Sakhrah. Tiba-tiba ia mendengar percakapan dua malaikat.

"Itu Ibrahim bin Adham, ahli ibadah namun doanya tertolak hanya karena makan sebutir kurma yang bukan miliknya".

"Oh, tidak, sekarang doa-doanya sudah dimakbulkan oleh ALLAH SWT" kata malaikat yang lainnya.

"Ia telah mendapat penghalalan dari ahli waris pemilik kurma itu.  Diri dan jiwa Ibrahim kini telah bersih kembali dari kotoran sebutir kurma yang haram kerana masih milik orang lain. Sekarang ia sudah bebas". 

****
Semoga kisah ini memberi pengajaran kepada kita semua. Kemungkinan disebabkan oleh kerana harta yg sebenarnya bukan hak kita.  Doa-doa kita tidak sampai ke langit.

Wallahu a'lam bissawab...

Saturday, May 27, 2017

Di Ramadan ini...

Hasil carian imej untuk Ramadan ku kali ini
Ramadanku kali ini…
Dah lama aku berhijrah ke kampung halaman...
Entah mengapa, setiap kali bulan Ramadan hati ini menjadi sayu...
Apabila mengenangkan kenangan saat berpuasa bersama2 keluarga sewaktu kecil dahulu...
Kini, walaupun sudah berkeluarga...ada anak2...tetapi kenangan itu tetap datang...teringat arwah mak dan bapak...
Bila datangnya bulan Rejab...cepatnya masa berlalu...kemudian Sya'aban dan Ramadan...
Satu masa dan ketika kenangan itu tidak mungkin hilang dari ingatan…
Ramadanku kali ini memberi seribu kenangan yang tidak dapat aku lupakan...
Terawihku pada malam pertama aku telah pergi ke surau...
Selesai solat terawih sedikit tahlil dan doa selamat, mulut pun menyebut-nyebut kenangan dan kebaikan mereka ketika sama2 memakmurkan Surau SGG 6/3...
Hati betul2 teringatkan arwah emak dan bapak...hati menjadi sayu...melihat sahabat2 arwah...lebih2 lagi sahabat2 arwah mak yg masih ada...menggamit kenangan...tiba2 bergenang airmata ini...
Ya Allah...hanya Allah saja yang tahu...menjadikan aku begitu hampir denganMu...Allahu Akbar!
Di Ramadan ini, terima kasih Allah kerana menyuntik kenangan yang menginsafkan betapa kematian itu suatu yang pasti dan tidak terkecuali...
Kesedihan terasa dihati...rindunya pada yang telah pergi...Al-Fatihah buat mak dan bapak tercinta...pertemukan kami diSyurgaMu yang abadi…


27/5/2017-coretanku...

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...